Iman kepada nabi dan rasul Allah.
Iman secara bahasa berarti pengakuan (al-iqrār) yang
melahirkan sikap menerima (al-qabūl) dan tunduk (aliżżi’ān). Sedangkan secara
istilah iman berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan
membuktikan dengan perbuatan. Seseorang dikatakan beriman apabila hatinya
menerima dan meyakini keberadaan Allah Swt, mengikrarkannya dengan membaca dua
kalimah syahadat, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun yang dimaksud iman kepada nabi dan rasul Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah memiliki nabi dan rasul yang sengaja dipilih untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia. Diutusnya nabi dan rasul itu merupakan bentuk kemurahan Allah Swt. Atas kemurahan Allah, kepada setiap umat diutus seorang rasul. Tidak ada satu umat pun yang tidak diutus rasul kepada mereka. Melalui para nabi dan rasul itu, manusia bimbingan untuk meyakini keberadan Allah Swt dan kemudian dapat beribadah kepada-Nya dengan benar.
Secara bahasa nabi berarti pembawa berita, sedangkan rasul
berarti utusan. Secara istilah ada perbedaan pengertian antara nabi dan rasul.
Nabi adalah seorang laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah Swt untuk dirinya sendiri
tetapi tidak diberikan risalah khusus dan tidak pula berkewajiban menyampaikan
pada umat, hanya mengajak kepada kebaikan dan ajaran atau risalah nabi-nabi
sebelumnya. Sedangkan rasul adalah seorang laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah
Swt untuk dirinya sendiri dan untuk disampaikan kepada umat manusia. Seseorang
bisa menjadi nabi adalah karena kehendak Allah Swt. Maksudnya Allah sajalah
yang menentukan siapa yang dikehendakinya untuk menjadi seorang nabi dan rasul.
Maksudnya menjadi nabi dan rasul Allah bukan sesuatu yang dapat diusahakan.
Kenabian tidak bisa diperoleh dengan banyak berbuat ketaatan atau ibadah.
Kenabian adalah semata-mata pilihan dari Allah Swt.
Untuk menambah wawasan kalian tentang materi ini. Silahkan baca materi yang ada di buku paketnya halaman 172 tentang Tugas nabi dan Rasul

EmoticonEmoticon